Subscribe:

Ads 468x60px

Jumat, 24 Juni 2011

surat cinta Indonesia

Dear, Indonesia
Aku tak tau harus memulai darimana? Tak tau harus berkata apa? Ketika aku terlahir dan mulai menangis tersedu, aku tak tau aku dimana? Aku siapa? Mereka siapa? Tetapi, perlahan aku membuka mata, melihat langit diatas sana, menginjak tanah dan menyapa orang disekitarku. Akupun mulai mengetahui inilah Indonesia, tempat lahirku, tanah airku dan inilah dirimu.
Indonesia, negaraku, perlahan aku tumbuh di tempatmu, aku beranjak dewasa disini. Aku mengenalmu sebagai Indonesia yang indah, Indonesia yang telah merdeka dan Indonesia yang kaya akan kemakmuran. Namun kini perlahan aku tumbuh, perlahan pula aku melihat semakin banyak masalah pada dirimu. Gempa menggoncangkanmu, banjir menghanyutkanmu, angin merobohkanmu. Mungkin aku tak punya selimut raksasa untuk menghangatkanmu dari banjir itu, aku tak punya raga nankokoh untuk menjagamu dari goncangan itu tetapi aku punya cinta, aku punya kasih yang bisa aku persembahkan untukmu. Tak ada selimut tebal yang bisa aku berikan untuk melindungimu dari banjir itu tetapi sebatang pohon kecil nanmungil telah aku tanam padamu untuk melindungimu dari banjir itu, tak ada raga nankokoh untuk menjagamu dari kerasnya goncangan gempa itu tetapi aku punya doa tulus untukmu, doa penuh cinta untuk mengokohkan tiangmu, untuk mengokohkan ragamu agar terselamatkan dari gempa dan badai sekalipun. Dan aku berjanji, kemanapun aku pergi, dimanapun aku berada tak akan pernah aku lupakan dirimu. Akan aku bawa namamu sebagai identitasku, akan aku ukir kenanganmu di hatiku karena dimanapun aku, pasti akan selalu merindumu. Indonesia, tak ada alasan kenapa aku menulis surat ini untukmu tetapi karena prasaanku berkata bahwa aku CINTA. Aku CINTA padamu, Indonesiaku.

0 komentar: